Header
Ditulis oleh internal pada 2013-09-16 22:47:03

Acara yang penting nggak penting tapi penting banget, sayang untuk dilewatkan. Dari judulnya jelas sudah hal-hal yang ditawarkan disini, kata "Makan" mewakili jutaan keping snack penuh MSG dan makanan-sulit-dimasak lainnya yang dengan ajaibnya tersedia tanpa pemungutan biaya sepeserpun, kata "Bersih" mewakili tujuan penting nomor dua dari acara ini yaitu kebersihan himpunan, ketika banyak tempat di sudut kampus yang terkeroyok oleh sampah, Sekretariat Nymphaea tetap kinclong walaupun hanya sekali-kali. Jadi dua kata di atas bukan tujuan utama? Lalu tujuan utamanya apa? Tujuan utama Nymphaea Bersih itu nggak jauh dari aku, kamu, dan dia.

Bukan soal asmara. Ini soal keluarga.



Oke, mari kita lanjutkan, jadi Makan Bersih ini dimulai pada pukul sembilan pagi di sekre himpunan tercinta. Dimulai dari satu, dua, tiga, lalu 9176343 orang yang hadir sedari pagi setelah mengumpulkan niat hingga mereka sanggup datang untuk bersenang-senang di sini. Pusat kegiatan terbagi tiga, ada yang sibuk di dalam sekre untuk bersih-bersih dan menginventarisasi barang-barang, ada yang di selasar himpunan buat masak-masak, dan ada juga yang dengan kerennya mengurus taman himpunan. Semuanya berjalan sinergis demi tercapainya kerakyatan yang adil dan beradab, keberjalanan kegiatan diiringi musik dangdut yang liriknya cukup mengesalkan walau tetap saja menghasilkan (mungkin) milyaran tawa pada hari itu, mungkin ini yang namanya benci jadi tawa.






Berjam-jam para manusia HIMABIO Nymphaea menyapu, mengepel, memasak, merusak, dan meradang akhirnya sedikit demi sedikit hasilnya mulai tampak, berkat andil kurang lebih 51 orang yang hadir pada hari itu karya-karya nyata mulai terlihat satu persatu. Lantai dalam ruangan sekre yang bersih setelah disapu, dipel, dan disayang dengan apik, buku-buku di rak pun sudah tersusun rapih, semuanya mantap dilihat dari depan, belakang, samping, maupun bawah. Di taman telah berdiri beberapa tiang penyangga untuk menggantung dan menopang tanaman agar dapat menghiasi sekre himpunan saat siang ataupun malam, saat panas maupun dingin, saat ramai maupun sepi, saat tangis mulai menyesakkan udara, dan saat senyum datang untuk melepas semua resahnya. Di selasar? Mantap! Menu yang dipesan maupun tidak pada awal acara sudah mulai siap satu persatu, menu-menu yang disajikan memberikan suasana mewah di acara Makan Bersih kali ini. Bala-bala yang dengan barbarnya diaduk dan digoreng dalam minyak restoran, telur dadar kornet yang walau tampak amburadul tetap memberikan secercah harapan bagi insan-insan berperut kosong, tumis pakcoy yang memikat dengan irisan-irisan tipis dan potongan-potongan manisnya, sambal Pangalengan yang manis di awal pedas di akhir, hingga es burung dara yang segar terhidang di meja di selasar sekre himpunan.






Semua sudah lengkap! Semua pekerjaan berat telah diselesaikan, kini saatnya menuju acara puncak dimana semua massa himpunan Nymphaea berkumpul di selasar untuk bersiap makan dan memberikan penghargaan bagi massa terajin dari anggota baru Nymphaea pada acara Makan Bersih hari itu. Kerja keras akan hambar tanpa apresiasi, pekerja-pekerja keras ini dengan sialnya diberi lembaran kertas nasi sebagai bentuk apresiasi dan sedikit pengabadian momen: berfoto satu frame dengan kadiv BRT.




Oke saatnya makan! Kekacauan terjadi demi mengisi perut pada waktu itu, apabila tidak ada yang datang mengatur baku hantam akan sangat mungkin terjadi demi segigit bala-bala. Makan-makan pada hari itu sungguh tidak biasa, udara sungguh ringan walaupun perut mulai memberat, tawa sana-sini, kemanapun pandangan terlempar yang terlihat adalah kawan-kawan terbaikmu untuk kini dan nanti, ada yang kurang? Tentu tidak, kehangatan berhimpun seperti ini sangat cukup untuk mempertahankan senyum menuju hari-hari berikutnya, sampai jumpa di acara berikutnya,anggap  kenanganmu disini adalah benih untuk bunga dewasa nanti. Salam Makan Bersih.



Oleh: M. Razick Masyyka

Foto: M. Ajib Badri




Ditulis dalam acara | Tag : internal | 0 komentar
Ditulis oleh admin pada 2013-09-13 16:17:58

Satu dekade terakhir ini muncul penyakit virus yang dikhawatirkan dapat menjadi pandemi bagi umat manusia di bumi. Penyakit pandemi adalah jenis penyakit yang berpeluang tinggi menyebabkan kematian. Selain itu penyakit tersebut dapat dengan mudah ditularkan antar sesama manusia sehingga cepat tersebar luas ke seluruh dunia. Sebut saja penyakit seperti Ebola, SARS, Dengue, Flu Burung (H5N1), dan yang terbaru adalah flu H3N2 serta MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Mengapa penyakit viral tersebut baru muncul satu dekade terakhir? Berbagai teori konspirasi menyatakan bahwa virus-virus tersebut bukan merupakan virus alami melainkan virus buatan yang dikembangkan sebagai senjata biologis. Berdasarkan penelitian terbaru terdapat alasan ilmiah yang melatarbelakangi kemunculan penyakit virus pada satu dekade terakhir.

David Quemann dalam bukunya Spillover menyebutkan bahwa terdapat tiga kejadian utama sehingga penyakit viral dapat menginfeksi manusia. Umumnya virus penyebab penyakit tidak akan menginfeksi manusia. Virus-virus ini memiliki organisme inang asli (native host) hewan-hewan di pedalaman hutan yang jarang melakukan kontak dengan manusia. Virus telah beradaptasi dengan inang aslinya ini selama jutaan tahun, sehingga inang asli telah mengembangkan imunitas terhadap virus tersebut dan tidak akan timbul gejala penyakit. Misalnya saja virus rabies yang memiliki inang asli anjing hutan, ebola dan virus flu yang memiliki inang asli kelelawar pemakan buah dan virus dengue yang memiliki inang asli kera ekor panjang.


Perjalanan virus hingga dapat meginfeksi manusia mulai dari native host, amplifier host hingga transmisi ke manusia


Akibat adanya degradasi hutan yang merusak habitat hewan tersebut, maka inang utama virus akan sulit mendapatkan sumberdaya. Sehingga, hewan akan beralih menuju tempat lain yang dekat dengan peradaban manusia. Sampai tahap ini virus belum dapat menginfeksi manusia tetapi virus akan menuju ke inang pengamplifikasi virus (amplifier host). Misalnya virus ebola dapat pindah dari kelelawar pemakan buah menuju inang pengamplifikasi virusnya yaitu gorila karena keduanya memakan makanan yang sama yaitu buah-buahan.

Inang pengamplifikasi menyediakan lingkungan yang baru dan sangat sesuai untuk perkembangan virus. Celakanya inang-inang ini adalah hewan yang dipelihara oleh manusia atau hewan yang biasa kontak dengan manusia. Sebut saja inang pengamplifikasi virus flu adalah babi, ebola berupa gorilla, dan dengue melalui nyamuk Aedes. Hal tersebut dapat juga digunakan untuk menjelaskan mengapa lokasi awal ditemukan penyakit viral adalah di tempat tersebut. Seperti flu babi yang muncul awal di daerah China yang kebanyakan penduduknya memelihara babi, dengue pada daerah tropis dimana nyamuk aedes hidup dan ebola pada daerah Afrika dimana penduduknya sangat sering kontak dengan gorilla.

Seringnya kontak antara manusia dengan inang pengamplifikasi inilah yang menyebabkan virus dapat masuk dan menginfeksi manusia. Infeksi bersifat fatal, karena sistem imun manusia masih asing dan belum mengenal virus-virus tersebut. Hal yang menjadi perhatian utama pada saat virus memasuki manusia adalah adaptasi virus yang memungkinkan virus ditularkan antar manusia (human to human transmission). Human to human transmission adalah penyebab utama penyakit viral menjadi pandemik karena tingginya mobilitas masyarakat global.

Dari uraian artikel tersebut dapat disimpulkan salah satu penyebab pandemi global penyakit viral tidak lepas dari ulah manusia itu sendiri yang mengeksploitasi alam (hutan) secara berlebihan. Oleh karena itu kesadaran seluruh umat manusia untuk memanfaatkan alam secara berkelanjutan (sustainable) sangat diperlukan sehingga keseimbangan sistem di alam dapat tetap terjaga.

Oleh: Danang Crysnanto (Biologi 2010)

Diadaptasi dari:  Spillover `Animal Infection and The Next Human Pandemic` by David Quamenn





Ditulis dalam artikel sains | Tag : info sains | 0 komentar
Ditulis oleh admin pada 2013-09-12 08:41:49

Rupa Kita tak hanya menawarkan workshop, talk show, maupun penampilan musik, namun juga momen-momen yang tak akan kita lupakan. Sebuah stand photo booth khusus dibuat oleh Tim Rupa Kita dengan bantuan Klub Fotografi Keluarga Mahasiswa SITH ITB (KFN-KM SITH ITB). Beberapa foto berhasil diabadikan, foto-foto yang tak hanya penuh canda dan tawa namun juga kehangatan yang suatu saat akan kita rindukan.















 

[Credit: KFN-KM SITH ITB]

  





Ditulis dalam acara | Tag : kampus internal | 0 komentar
Ditulis oleh admin pada 2013-09-12 08:19:38

Rupa Kita merupakan sebuah acara yang dipersembahkan oleh Divisi Kesenian dari tiga himpunan SITH ITB (Himabio Nymphaea, Himamikro Archaea, dan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati) kepada massa kampus dan masyarakat sekitar. Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diisi oleh berbagai acara, mulai dari workshop dari Divisi Pengabdian Masyarakat Nymphaea, We Grow, dan Bandung Berkebun; talk show bersama Walhi dan Peta Hijau Bandung; pameran Album Hayati hingga acara musik yang menampilkan Pidi Baiq dan Mukti Mukti. Tak lupa rekan-rekan Tim Rupa Kita juga mempersembahkan lima lagu dari Album Hayati yang dibawakan secara langsung oleh pemusik dan vokalis dari Tim Album Hayati.

Penasaran dengan berbagai acara yang meramaikan Rupa Kita minggu lalu? Berikut beberapa cuplikan foto yang berhasil KFN-KM SITH ITB abadikan.
















[Credit: KFN-KM SITH ITB]





Ditulis oleh admin pada 2013-09-11 08:16:20

Berikut adalah struktur Badan Pengurus Harian (BPH) Nymphaea periode kepengurusan 2013/2014.




Ketua Himpunan: Satya Reza Faturakhmat (Satya)

Sekretaris Jenderal: Stephani Fitria Winda Satriyo (Hani)

Sekretaris: Farah Aulia Rahman (Farah)

Divisi Keuangan: Anggitaning Kinanti (Anggi)

Divisi Medinfo (Media dan Informasi): Friska Navisa Ratri (Friska)

Divisi MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia): Gian Seloni (Gian)

Bidang Internal: M. Israqy El-Hakim (Coky)

Divisi Kesenian: Kanya Ramyacitta Mahaperdana (Kanya)

Divisi Olahraga: Rahmawati Ihsani Wetadewi (Weta)

Divisi BRT (Biro Rumah Tangga): Sheilla Firdausa (Firda)

Divisi Akademik: Dikdik Permadi (Dikdik)

Bidang PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota): Zulfikar Hermawan (Ijul)

Bidang Keprofesian: Adrian Dwiputra (Adrian)

Bidang PM (Pengabdian Masyarakat): Ganjar Cahyadi (Ganjar)

Bidang Eksternal: Regisa Hauna Suradi Kartanegara (Gisa)

Divisi Intrakampus: Siti Raisah (Rai) 

Divisi Ekstrakampus: Glory Harimas Sihombing (Glory).  




Komentar Terbaru
Twitter Feed