Satu
dekade terakhir ini muncul penyakit virus yang dikhawatirkan dapat menjadi
pandemi bagi umat manusia di bumi. Penyakit pandemi adalah jenis penyakit yang
berpeluang tinggi menyebabkan kematian. Selain itu penyakit tersebut dapat dengan
mudah ditularkan antar sesama manusia sehingga cepat tersebar luas ke seluruh
dunia. Sebut saja penyakit seperti Ebola, SARS, Dengue, Flu Burung (H5N1), dan
yang terbaru adalah flu H3N2 serta MERS (
Middle
East Respiratory Syndrome
).

Mengapa
penyakit viral tersebut baru muncul satu dekade terakhir? Berbagai teori
konspirasi menyatakan bahwa virus-virus tersebut bukan merupakan virus alami
melainkan virus buatan yang dikembangkan sebagai senjata biologis. Berdasarkan
penelitian terbaru terdapat alasan ilmiah yang melatarbelakangi kemunculan
penyakit virus pada satu dekade terakhir.

David
Quemann dalam bukunya
Spillover
menyebutkan bahwa terdapat tiga kejadian utama sehingga penyakit viral dapat
menginfeksi manusia. Umumnya virus penyebab penyakit tidak akan menginfeksi
manusia. Virus-virus ini memiliki organisme inang asli (
native host) hewan-hewan di pedalaman hutan yang jarang melakukan
kontak dengan manusia. Virus telah beradaptasi dengan inang aslinya ini selama
jutaan tahun, sehingga inang asli telah mengembangkan imunitas terhadap virus
tersebut dan tidak akan timbul gejala penyakit. Misalnya saja virus rabies yang
memiliki inang asli anjing hutan, ebola dan virus flu yang memiliki inang asli
kelelawar pemakan buah dan virus dengue yang memiliki inang asli kera ekor
panjang.


Perjalanan
virus hingga dapat meginfeksi manusia mulai dari native host, amplifier host
hingga transmisi ke manusia


Akibat
adanya degradasi hutan yang merusak habitat hewan tersebut, maka inang utama
virus akan sulit mendapatkan sumberdaya. Sehingga, hewan akan beralih menuju
tempat lain yang dekat dengan peradaban manusia. Sampai tahap ini virus belum
dapat menginfeksi manusia tetapi virus akan menuju ke inang pengamplifikasi
virus (
amplifier host). Misalnya
virus ebola dapat pindah dari kelelawar pemakan buah menuju inang
pengamplifikasi virusnya yaitu gorila karena keduanya memakan makanan yang sama
yaitu buah-buahan.

Inang
pengamplifikasi menyediakan lingkungan yang baru dan sangat sesuai untuk
perkembangan virus. Celakanya inang-inang ini adalah hewan yang dipelihara oleh
manusia atau hewan yang biasa kontak dengan manusia. Sebut saja inang
pengamplifikasi virus flu adalah babi, ebola berupa gorilla, dan dengue melalui
nyamuk
Aedes. Hal tersebut dapat juga
digunakan untuk menjelaskan mengapa lokasi awal ditemukan penyakit viral adalah
di tempat tersebut. Seperti flu babi yang muncul awal di daerah China yang
kebanyakan penduduknya memelihara babi, dengue pada daerah tropis dimana nyamuk
aedes hidup dan ebola pada daerah Afrika dimana penduduknya sangat sering
kontak dengan gorilla.

Seringnya
kontak antara manusia dengan inang pengamplifikasi inilah yang menyebabkan
virus dapat masuk dan menginfeksi manusia. Infeksi bersifat fatal, karena
sistem imun manusia masih asing dan belum mengenal virus-virus tersebut. Hal
yang menjadi perhatian utama pada saat virus memasuki manusia adalah adaptasi
virus yang memungkinkan virus ditularkan antar manusia (
human to human transmission). Human
to human transmission
adalah penyebab utama penyakit viral menjadi pandemik
karena tingginya mobilitas masyarakat global.

Dari uraian artikel tersebut dapat disimpulkan
salah satu penyebab pandemi global penyakit viral tidak lepas dari ulah manusia
itu sendiri yang mengeksploitasi alam (hutan) secara berlebihan. Oleh karena
itu kesadaran seluruh umat manusia untuk memanfaatkan alam secara berkelanjutan
(
sustainable) sangat diperlukan
sehingga keseimbangan sistem di alam dapat tetap terjaga.

Oleh: Danang Crysnanto (Biologi 2010)

Diadaptasi dari: 
Spillover `Animal Infection and The Next Human
Pandemic` by David Quamenn


About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.