Time is short. Right now, the number of wild tiger is at its lowest ever!

Kita sudah kehilangan kurang lebih 97% wild tiger dalam kurun waktu 100
tahun ini. Harimau mungkin salah satu hewan yang paling dikagumi,
tetapi mereka juga rentan terhadap kepunahan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena adanya 3 faktor utama: (1) Habitat loss. Harimau
kehilangan 93% habitat alami mereka karena perluasan kota dan pertanian
oleh manusia, (2) Human wildlife conflict. Karena menyusutnya hutan dan
tangkapan yang langka, harimau terpaksa diburu, dimana banyak
masyarakat lokal menjadikannya sebagai mata pencaharian mereka. Sebagai
pembalasan, harimau dibunuh atau ditangkap. “Konflik” harimau diketahui
berakhir dijual di pasar gelap, (3) Climate change. Area hutan bakau di
Sundarbans menjadi salah satu habitat Bengal tiger dan merupakan tempat
populasi harimau terbesar di dunia. Naiknya permukaan air laut yang
disebabkan oleh climate change mengancam terhapusnya hutan-hutan &
habitat yang tersisa untuk populasi harimau ini. Menurut studi WWF,
tanpa upaya mitigasi, diproyeksikan kenaikan air laut untuk tahun 2070
dapat menghancurkan hampir seluruh Sundarbans.

Yuk kita mulai tingkatkan kesadaran terhadap wild tigers ini!


About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.