Makhluk hidup diklasifikasikan ke dalam tiga domain, yaitu Archaea, Bacteria, dan Eukarya. Eukarya dibedakan dari dua domain yang lain berdasarkan adanya membran nukleus, organel-organel bermembran, ribosom 80S, dan lain-lain (Madigan, et al., 2009). Berdasarkan sistem klasifikasi yang diajukan oleh Adl, et al. (2012), Eukarya dapat dikelompokkan ke dalam lima supergrup. Kelima supergrup tersebut adalah Amoebozoa, Opisthokonta, Excavata, SAR (Stramenopila-Alveolata-Rhizaria), dan Archaeplastida. Supergrup tersebut dapat dianggap sama dengan kingdom.


Amoebozoa dan Opisthokonta dikelompokkan sebagai
Amorphea. SAR dan Archaeplastida dikelompokkan sebagai Diaphoretickes. Anggota
kelompok Amorphea dicirikan oleh bentuk sel yang tidak tetap jika tidak ada
pembatas, seperti dinding sel. Keberagaman morfologi dan karakteristik seluler
yang mendasar menyebabkan SAR dan Archaeplastida dikelompokkan ke dalam
Diaphoretickes. Sistem klasifikasi ini merupakan revisi sistem klasifikasi yang
juga diajukan oleh Adl,
et al. pada
tahun 2005. Pada sistem klasifikasi tersebut, SAR dipisahkan ke dalam dua
supergrup yang berbeda, yaitu Chromalveolata (terdiri dari Stramenopila dan
Alveolata) dan Rhizaria. Istilah Amorphea dan Diaphoretickes belum ada pada
sistem klasifikasi tersebut (Adl,
et al.,
2012; 2005).

 

Gambar1. Pohon Filogeni Eukarya (Adl et al., 2012)

Amoebozoa

Amoebozoa merupakan sekelompok organisme yang dicirikan oleh sel
amoeboid. Anggota supergrup ini dapat berupa sel yang berpelindung atau tidak,
pada umumnya memiliki kista, nukleus berjumlah satu, dus, atau banyak, dan memiliki
mitokondria dengan krista berbentuk tabung atau bercabang. Supergrup Amoebozoa
dibagi ke dalam dua belas takson
, yaitu:

1. Tubulinea, contoh: Amoeba, Chaos, dan Difflugia.

2. Discosea, contoh: Endostelium.

3. Archamoebae, contoh: Entamoeba, Mastiginia, dan Pelomyxa.

4. Gracilipodida, contoh: Filamoeba dan Flamella.

5. Multicilia

6. Protosteliida, contoh: Planoprotostelium dan Protostelium.

7. Cavosteliida, contoh: Cavostelium dan Tychosporium.

8. Protosporangiida, contoh: Protosporangium, Ceratiomyxa, dan
Clastostelium.

9. Fractovitelliida, contoh: Grellamoeba dan Soliformovum.

10. Schizoplamodiida, contoh: Schizoplamodium dan Ceratiomyxella.

11. Myxogastria, contoh: Dydimium, Trichia, dan Physarum.

12. Dictyostelia, contoh: Acytostelium dan Dictyostelium (Adl, et al., 2012).

 

Opisthokonta

Opisthokonta memiliki karakteristik berupa silia posterior tunggal
tanpa mastigonema, sepasang kinetosom atau sentriol, dan krista mitokondria
yang berbentuk pipih. Metazoa (Animalia, Porifera, Mesozoa, dan Trichoplax) dan
Fungi merupakan anggota supergrup Opisthokonta. Opisthokonta terdiri dari dua takson, yaitu:

1. Holozoa, contoh: Capsasporia, Ichyophonus, Monosiga, Euspongia,
Felis, dan Homo.

2. Nucletmycea, contoh: Nuclearia, Mucor, Saccharomyces,
Neurospora, dan Ganoderma (Adl, et al.,
2012).

 

SAR

SAR merupakan gabungan dari tiga kelompok besar Eukaryota, yaitu
Stramenopila, Alveolata, dan Rhizaria. Kata SAR merupakan akronim dari ketiga
takson tersebut.

1. Stramenopila, memiliki dua silia heterokonta dan krista
mitokondria tubular. Contoh: Chrisomonas, Sargassum, dan Laminaria.

2. Alveolata, memiliki alveola kortikal dengan celah silia atau nikropor
dan krista mitokondria berbentuk tubuler atau ampuliformis. Contoh: Noctiluca,
Plasmodium, dan Paramecium.

3. Rhizaria, berupa sel amoeboid (pada umumnya) dengan pseudopodia
dan cangkang. Contoh: Trinema, Nucleosarcomonas, dan Filoreta (Adl, et al., 2012; Baldauf, 2008).

 

Archaeplastida

Archaeplastida merupakan supergrup yang mencakup alga merah, alga
hijau, dan tumbuhan.  Karakteristik anggota Archaeplastida berupa adanya
plastida fotosintetik dengan pigmen klorofil a, dinding sel yang pada umumnya
terbuat dari selulosa, produk penyimpanan berupa pati, dan krista mitokondria
berbentuk pipih. Archaeplastida terdiri dari tiga takson, yaitu:

1. Glaucophyta, plastida berupa cyanelle dengan pigmen klorofil a dan memiliki dua membran sel
dengan dinding sel terbuat dari peptidoglikan. Contoh: Glaucocystis.

2. Rhodophyceae, memiliki plastida sederhana dengan pigmen
klorofil a dan tidak memiliki sentriol atau struktur mikrotubular 9 + 2
lainnya. Contoh: Stylonema, Gracilaria, dan Gelidium.

3. Chloroplastida, memiliki sentriol dan plastida yang mengandung
klorofil a dan b. Contoh: Ulva, Volvox, Spirogyra, Chara, Sphagnum, Equisetum,
Pinus, Magnolia, dan Citrus (Adl, et al.,
2012).

 

Excavata

Excavata merupakan sekelompok organisme yang memiliki lekukan
makan (feeding-groove). Lekukan
tersebut berfungsi untuk menangkap dan mencerna partikel kecil. Excavata dapat
dikelompokkan menjadi tiga takson, yaitu:

1. Metamonada, contoh: Enteromonas, Giardia, dan Trichomonas.

2. Malawimonas

3. Discoba, contoh: Jakoba, Euglena, dan Trypanosoma (Adl, et al., 2012)


Sumber:

Adl,
Sina M., Alastar G. B. Simpson, Christopher E. Lane, Julius Lukes,
David Bass, Samuel S. Bowser, Matthew W. Brown, Fabien Burki, Micah
Dunthorn, Vladimir Hampl, Aaron Heiss, Mona Hoppenrath, Enrique
Lara, Line le Gall, Denis H. Lynn, Hilary McManus, Edward A. D.
Mitchell, Sharon E. Mozley-Stanridge, Laura W. Parfrey, Jan
Pawlowski, Sonja Rueckert, Laura Shadwick, Conrad L. Schoch, Alexey
Smirnov, dan Frederick W. Spiegel. 2012. “The Revised
Classification of Eukaryotes.”
The
Journal of Eukaryotic Microbiology

59(5): 429-493

Adl,
Sina M., Alastar G. B. Simpson, Mark A. Farmer, Robert A. Anderson,
O. Roger Anderson, John R. Barta, amuel S. Bowser, Guy Brugerolle,
Paul Kurgens, John Krug, Christopher E. Lane, Louise A. Lewis, Jean
Lodge, Denis H. Lynn, David G. Mann, Richard M. McCourt, Leonel
Mendoza,
Øjvind
Moestrup, Sharon E. Mozley-Stanridge, Thomas A. Nerad, Carol A.
Shearer, Alexey Smirnov, Max F. J. R. Taylor, dan Frederick W.
Spiegel. 2005. “The New Higher Level Classification of Eukaryotes
with Emphasis on the Taxonomy of Protists.”
The
Journal of Eukaryotic Microbiology
52(5): 399-451

Baldauf,
Sandra L. 2008. “An Overview of the Phylogeny and Diversity of
Eukaryotes.”
Journal
of Systematics and Evolution
46(3):
263-273

Madigan, Michael T., John M. Martinko, Paul V. Dunlap, dan David P. Clark. 2009. Brock Biology of Microorganisms, Twelfth Edition. San Francisco: Benjamin Cummings.


Oleh:
Mhd Fauzi Ramadhani Nasution (Biologi 2012)


 

Leave a Reply

Your email address will not be published.