Dibawah ini
adalah highlight utama majalah TIME
pada 19 Agustus 2013:



Apakah
yang terjadi dengan lebah hingga disorot majalah TIME? Apakah kita kurang
tanggap terhadap kondisi lebah akhir-akhir ini? Perhatikan grafik jumlah
populasi lebah di US tahun hingga tahun . Fakta mengejutkan ternyata pada tahun
2000 hingga sekarang populasi lebah berkurang hingga 30 persen dari tahun ke
tahun!. Apakah yang menyebabkan hal tersebut? Apa dampak yang terjadi jika
lebah benar-benar punah dari muka bumi? Artikel ini menjelaskan hal-hal
tersebut.



Akhir-akhir
ini terjadi kematian massal koloni lebah yang dikenal sebagai  CCD (Colony
Colapsing Disorder
).  Kelangkaan
lebah ini , mengakibatkan perusahaan Agrikultur California mendatangkan 1.2
juta koloni  lebah untuk mempolinasi almond
Hilangnya lebah secara tiba-tiba ini menurut  Marla Spivax disebabkan oleh kombinasi faktor
multidimensi berikut:

1.      Pertanian Monokultur & Pupuk
Sintesis

Dahulu kebutuhan nitrogen tanaman
dipenuhi dengan penanaman cover crops
(tanaman legum yang berada di antara tanaman budidaya utama). Kemudian dengan
adanya sumber nitrogen sintesis dari luar (seperti pupuk sintesis), tanaman cover crops cenderung dihilangkan
sehingga pertanian cenderung monokultur. Padahal cover crops adalah salah satu sumber nektar utama lebah.

 

2.      New
Class of Pesticide

Seringnya aplikasi pestisida dan
munculnya jenis pestisida baru berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup
lebah.  Penelitian dari Pennsylvania
University menemukan bahwa polen dan nectar yang dibawa lebah kembali ke sarang
mengandung hingga enam jenis residu dan produk samping pestisida.

Salah satu jenis pestisida baru
yang dianggap sangat berbahaya adalah golongan Neonicotinoid. Neonicotinoid diaplikasikan
di akar tanaman, tetapi ternyata menyebar hingga ke nektar dan polen. Pestisida
ini memiliki waktu retensi yang sangat lama hingga 19 tahun. Pestisida ini
memiliki toksisitas yang tinggi pada organisme non-target seperti lebah.

 

3.      Parasit, Penyakit & Praktek Inbreeding

Beberapa tahun lalu muncul
parasit lebah yaitu Veroa distructor.
Kematian lebah tidak terhindarkan akibat adanya parasite tersebut. Setelah
diteliti lebih jauh, hal tersebut juga disebabkan  karena keragaman lebah yang sudah mulai
berkurang karena praktek pembudidayaan yang cenderung tertutup sehingga
menyebabkan perkawinan dalam koloni saja (inbreeding).

 


Ketiga faktor penyebab
CCD tersebut, bukan merupakan faktor yang terpisah tetapi ketiganya
berinteraksi hingga menyebabkan terjadinya kematian masal lebah. Karena flowerless landscape dan praktek
monokultur lebah harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan makanan. Setelah
mendapatkan sumber makanan, ternyata nektar yang dihasilkan mengandung racun
yang membahayakan. Hal tersebut tentu akan meningkatkan mortalitas lebah,
Ditambah lagi, keragaman lebah yang rendah tentu akan rentan terhadap serangan
penyakit yang akan menurunkan populasi lebah lebih jauh lagi.

Mungkin, selama ini lebah
hanya terkenal sebagai penghasil madu. Peran lebah di alam jauh lebih besar dan
berhubungan langsung dengan kepentingan manusia. Lebih dari sepertiga tanaman
pangan dunia menggantungkan keberhasilan proses polinasinya pada lebah. Dunia
tanpa lebah adalah dunia tanpa buah, sayuran, 
dan kacang-kacangan. Perhatikan toko sayuran dibawah jika di bumi
terdapat lebah (kiri) dan jika lebah lenyap dari bumi (kanan), hal tersebut
cukup untuk menjadi bukti betapa pentingnya lebah, sehingga sebisa mungkin kita
harus menjaga eksistensi lebah di dunia ini.


Dunia dengan lebah


Dunia tanpa lebah


Dikutip
dari TED Speech oleh Marla Spivak (Social Insect Professor, Minnesota
University)

Oleh: Danang Crysnanto (Biologi 2010)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.